Perilaku manusia merupakan salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan saat ini. Untuk memahami cara mengatasinya, penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mendorong seseorang agar memiliki perilaku ramah lingkungan. Peneliti mengamati pengaruh dari rasa kepedulian terhadap alam, identitas diri sebagai individu yang peduli lingkungan, prinsip moral pribadi, serta kewajiban beragama. Data penelitian ini dikumpulkan dari 648 pelajar (407 perempuan dan 241 laki-laki) yang berasal dari institusi pendidikan umum maupun sekolah berbasis Islam. Setelah dianalisis secara statistik, hasilnya menunjukkan bahwa memiliki identitas diri sebagai pecinta lingkungan dan memegang prinsip moral pribadi adalah faktor utama yang secara langsung sangat kuat mendorong perilaku ramah lingkungan. Sebaliknya, sekadar memiliki rasa cinta alam atau merasa memiliki kewajiban agama ternyata tidak berdampak langsung pada tindakan nyata. Nilai-nilai kepedulian alam dan ajaran agama tersebut baru akan membuahkan hasil jika keduanya telah meresap dan membentuk identitas diri serta prinsip moral seseorang terlebih dahulu. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa latar belakang pendidikan Islam tidak memberikan perbedaan pengaruh yang signifikan, sehingga bersekolah di institusi Islam bukanlah penentu utama terbentuknya kebiasaan ramah lingkungan. Secara keseluruhan, identitas diri terbukti sebagai pendorong paling kuat yang kemudian diikuti oleh prinsip pribadi. Temuan ini memberikan wawasan baru yang penting bagi pengembangan teori perilaku peduli lingkungan, khususnya dalam konteks masyarakat Muslim dan dunia pendidikan.
Baca artikel lengkap ditautan ini https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/01416200.2026.2679572